"Reshuffle Hanya Drama Politik SBY"

Written By @ on Minggu, 09 Oktober 2011 | 06.03

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto menilai ramainya isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II taku bahnya sebuah drama politik.

"Proses reshuffle yang panjang ini lebih pada dramaturgi," ujar Gun Gun di Jakarta, Sabtu (8/10/2011).

Selain hanya menampilkan sebuah drama panjang, lanjut Gun Gun, lamanya proses reshuffle tidak efektif dan pada akhirnya hanya menyedot perhatian publik secara berlebihan.

Kendati demikian, dia menilai, reshuffle kabinet mutlak harus dilakukan karena tidak ada perubahan yang signifikan dilakukan oleh pemerintahan SBY Boediono. Terlebih, indikator internal yang dilakukan oleh UKP4 selama dua tahun berturut-turut jelas mengatakan banyak pembantu yang memiliki rapor merah.

Sementara Dewan Pengarah The Political Literacy Institute, Andi Faisal Bakti mengaku pesimistis dengan reshuffle yang akan dilakukan SBY. Hal itu karena gaya kepemimpinan SBY yang kerap menggunakan politik harmoni.

"Kita lihat reshuffle apakah akan pro kepada publik atau menjadi pemuas bagi pengusaha dan penguasa," tutur Andi.

Selain hanya menampilkan layaknya sebuah drama, Andi melihat kepemimpinan SBY-Boediono juga lemah sehingga proses pemerintahan tak berjalan efektif.

"Leadhership kualitas memang lemah. SBY tidak berani khususnya dalam penegakan hukum pada para koruptor," katanya.

Kata Andi pemerintahan SBY Boediono juga nampak sempoyongan lantaran menang pemilu hingga 60 persen namun ditingkat parlemen hanya 20 persen saja.

(ded)


Mau share ke Twitter, Facebook anda atau kirim ke email teman anda silakan klik salah satu dibawah ini!



Apa komentar anda....

Artikel yang berkaitan