
Jakarta - Sejumlah orangtua murid SDN 01 Makasar, Jakarta Timur mengeluhkan dengan adanya pungutan liar sebesar Rp 110 ribu yang dilakukan pihak sekolah untuk pembelian Air Conditioner (AC).
"Memang pihak sekolah meminta uang Rp 110 ribu per anak untuk beli AC. Uang itu diminta melalui murid-murid saat dilakukan absen," kata Wawan, saat menjemput dua anaknya yang sekolah di SDN 01 Makasar, Jumat (14/10).
Wawan mengatakan rencananya AC yang akan dibeli itu untuk dipasangkan di seluruh ruang kelas di SDN 01 Makasar. lebih lanjut dia mengaku keberatan dengan adanya pungutan tersebut, karena selain belum ada pemberitahuan, dua anaknya hingga kini terdaftar di kelas 2 dan kelas 3 SDN 01 Makasar, sehingga dia harus bayar dua sekaligus.
Sementara jika tidak membayar, maka anaknya akan malu dengan teman-temannya karena pihak sekolah selalu menanyakan pembayaran itu saat mengabsen murid-murid di depan kelas.
"Anak saya selalu nanya kapan bayar uang AC, karena beberapa temannya sudah bayar," tambah Wawan.
Terkait hal ini, pihak sekolah membenarkan bahwa ada rencana pembelian AC untuk melengkapi kebutuhan ruang kelas. Namun pihak sekolah hanya meminta kepada orangtua murid yang mampu.
"Kalau orangtuanya tidak mampu, kita tidak akan minta untuk bayar. Dan semua ini sudah melalui hasil rapat antara guru dan orangtua murid," tukas Hariyani, salah seorang guru SDN 01 Makasar.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1785386/murid-sdn-01-makasar-dipungut-rp-110-ribu-untuk-ac






