Membangun kembali sebuah kepercayaan jauh lebih sulit daripada menghancurkannya. Membangun kepercayaan membutuhkan waktu bahkan hingga bertahun-tahun namun dapat dihancurkan dalam waktu satu menit saja. Begitu pula yang terjadi dalam membangun kepercayaan di dalam sebuah rumah tangga. Hal ini membutuhkan waktu, niat, kesabaran dan konsistensi demi sebuah keluarga bahagia. Membangun kepercayaan merupakan sebuah proses yang terus berlangsung dalam sebuah rumah tangga. Tentunya akan lebih sulit jika kepercayaan itu telah terkhianati entah dengan sebuah perselingkuhan atau kebohongan. Jika hal ini terjadi, maka seseorang perlu menjelaskan alasan melakukan hal tersebut, meminta maaf dan mengatakan niat ataupun komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Hal-hal ini merupakan cara awal untuk membangun kembali sebuah kepercayaan.
Membangun kepercayaan dalam rumah tangga membutuhkan tindakan daripada sekedar hanya perkataan saja. Terlebih dalam rumah tangga, setiap pasangan akan bertemu setiap hari, tentu akan dianggap sebagai sebuah kegombalan atau kebohongan jika hanya berkata dan berjanji saja tanpa diikuti oleh tindakan nyata. Ketika Anda telah berkata maka mengingat dan berkomitmen terhadap perkataan sendiri adalah cara untuk membangun kepercayaan. Jangan pernah berjanji jika Anda sendiri tidak yakin untuk menyanggupinya karena hal ini justru akan meruntuhkan kepercayaan yang sedang dibangun.
Selain itu, membangun kepercayaan dapat melibatkan anggota keluarga baik pasangan maupun anak-anak. Misalnya ketika Anda telah berjanji untuk melakukan sesuatu demi terciptanya keluarga bahagia, maka mintalah bantuan pasangan untuk mengingatkan atau menegur ketika Anda bertindak melenceng dari komitmen tersebut. Mengizinkan pasangan untuk mengingatkan adalah bentuk bahwa Anda memang serius untuk membangun kepercayaan. Selain itu, misalnya Anda berniat untuk mengajak seluruh keluarga berlibur ke suatu tempat, maka rancanglah dan tepatilah. Hal ini akan menjadi teladan yang baik bagi keluarga.
Bangunlah kepercayaan berangkat dari hal-hal yang kecil. Misalnya Anda berjanji untuk membuang sampah hari ini maka lakukanlah. Akumulasi dari penepatan kata-kata akan membangun kepercayaan perlahan demi perlahan. Secara sederhana, kepercayaan hanya akan terwujud jika perbuatan sejalan dengan sebuah perkataan.
Membangun kembali sebuah kepercayaan jauh lebih sulit daripada menghancurkannya. Membangun kepercayaan membutuhkan waktu bahkan hingga bertahun-tahun namun dapat dihancurkan dalam waktu satu menit saja. Begitu pula yang terjadi dalam membangun kepercayaan di dalam sebuah rumah tangga. Hal ini membutuhkan waktu, niat, kesabaran dan konsistensi demi sebuah keluarga bahagia.
Membangun kepercayaan merupakan sebuah proses yang terus berlangsung dalam sebuah rumah tangga. Tentunya akan lebih sulit jika kepercayaan itu telah terkhianati entah dengan sebuah perselingkuhan atau kebohongan. Jika hal ini terjadi, maka seseorang perlu menjelaskan alasan melakukan hal tersebut, meminta maaf dan mengatakan niat ataupun komitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Hal-hal ini merupakan cara awal untuk membangun kembali sebuah kepercayaan.
Membangun kepercayaan dalam rumah tangga membutuhkan tindakan daripada sekedar hanya perkataan saja. Terlebih dalam rumah tangga, setiap pasangan akan bertemu setiap hari, tentu akan dianggap sebagai sebuah kegombalan atau kebohongan jika hanya berkata dan berjanji saja tanpa diikuti oleh tindakan nyata. Ketika Anda telah berkata maka mengingat dan berkomitmen terhadap perkataan sendiri adalah cara untuk membangun kepercayaan. Jangan pernah berjanji jika Anda sendiri tidak yakin untuk menyanggupinya karena hal ini justru akan meruntuhkan kepercayaan yang sedang dibangun.
Selain itu, membangun kepercayaan dapat melibatkan anggota keluarga baik pasangan maupun anak-anak. Misalnya ketika Anda telah berjanji untuk melakukan sesuatu demi terciptanya keluarga bahagia, maka mintalah bantuan pasangan untuk mengingatkan atau menegur ketika Anda bertindak melenceng dari komitmen tersebut. Mengizinkan pasangan untuk mengingatkan adalah bentuk bahwa Anda memang serius untuk membangun kepercayaan. Selain itu, misalnya Anda berniat untuk mengajak seluruh keluarga berlibur ke suatu tempat, maka rancanglah dan tepatilah. Hal ini akan menjadi teladan yang baik bagi keluarga.
Bangunlah kepercayaan berangkat dari hal-hal yang kecil. Misalnya Anda berjanji untuk membuang sampah hari ini maka lakukanlah. Akumulasi dari penepatan kata-kata akan membangun kepercayaan perlahan demi perlahan. Secara sederhana, kepercayaan hanya akan terwujud jika perbuatan sejalan dengan sebuah perkataan.






