Stop Shopaholic, Perilaku Cerdas Kelola Uang

Written By @ on Selasa, 20 September 2011 | 13.01

Belanja adalah salah satu aktivitas dasar seorang ibu dalam menjalankan perannya sebagai manager dalam keluarga. Dibutuhkan suatu kemampuan untuk mengelola keuangan keluarga khususnya dalam hal berbelanja. Selain kemampuan tersebut para Ibu juga dituntut untuk bijak dalam memilah dan membuat prioritas belanja dan kreatif dalam menularkan hal ini kepada buah hatinya.

FeMale Radio menyelenggarakan FeMale Parental Coaching (workshop series) yang diselenggarakan mulai bulan April – Juli 2009, di 4 kota tempat FeMale Radio mengudara, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang, menghadirkan pembicara Novian Trwidia Jaya, Psikolog dan Konsultan Parenting, serta Gerry Puraatmadja, penyiar FeMale Radio sebagai pemandu acara.

Menurut Fifi Sumarno (National Promotion Manager FeMale Radio), FeMale Parental Coaching Workshop ini merupakan rangkaian workshop parenting serial, dan ini merupakan seri yang kedua. Workshop seri pertama mengangkat tema "Rahasia Anak Saleh, Pintar, dan Kaya" yang memberikan pengetahuan bagi para orang tua tentang sikap dan perilaku tepat dalam membentuk perilaku positif anak.

"Kami berharap kegiatan yang diselenggarakan oleh FeMale Radio bisa memberikan kontribusi dalam pendidikan pola asuh orang tua, salah satunya dengan memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk mengetahui cara yang tepat dan efektif dalam membentuk perilaku anak. Pada workshop kali ini memfokuskan cara menanamkan pada anak sikap yang sehat terhadap uang, salah satunya dengan membentuk perilaku menabung sejak kecil," jelas Fifi.

Sikap dan perilaku orang tua amat berpengaruh terhadap pembentukan perilaku anak. Dalam proses belanja di pusat perbelanjaan biasanya para ibu membawa anak ikut serta, dan terjadilah proses menularkan perilaku belanja tersebut kepada anak, karena anak akan melihat setiap sang ibu berbelanja. Setiap pergi anak akan melihat pula begitu banyaknya barang yang dikeluarkan ibunya, tanpa mereka tahu bahwa itu adalah kebutuhan pokok keluarga. Bila hal ini terjadi maka dapat terbentuk perilaku
belanja baru dalam diri anak, sehingga mulailah anak membeli semua yang diinginkan yang terkadang suatu hal yang mereka sendiri sebenarnya tidak suka.

Karena sang ibu memiliki perilaku belanja yang sudah tidak terkendali maka awalnya mungkin ibu akan melarang si anak, tetapi anak mungkin saja berceloteh "Mama saja belanjanya banyak, aku kan cuma beli ini?" Mulailah orang tua mengalah dan membelikan. Menurut Novianto Triwidia Jaya, hal ini bisa terjadi berulang-ulang sehingga anak menjadi sulit untuk dikendalikan perilaku belanjanya.

"Meski anak diajar untuk menabung, tetapi perilaku belanjanya sulit dikendalikan dan hingga pada saat dia dewasa nanti dia bisa bermasalah dengan uang karena dia tidak dapat mengendalikan dirinya," ujar Novianto.

Untuk ini kita perlu introspeksi dahulu mengenai perilaku kita dan mulailah mengajarkan value of money dan perilaku belanja kepada anak. Mulailah membuat anggaran setiap berbelanja, menjelaskan kepada anak bahwa ini adalah daftar belanja ibu dan ibu akan belanja sesuai daftar. Selain itu juga mengajarkan bagaimana merencanakan sesuatu yang perlu dibeli sebelum pergi untuk membelinya.

Orang tua juga mengajarkan menghitung uang kembali ketika berbelanja, mengajarkan memegang uang dengan hati-hati, mengajarkan menabung di depan kepada anak, serta mengajarkan apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan. Dan pada akhirnya akan terbentuk seorang Ibu yang bijak dalam pengeluaran dan anak yang kreatif dalam berbelanja.

Novian Triwidia Jaya menjelaskan bahwa dalam membentuk perilaku anak, diperlukan kedekatan dan kepercayaan antara anak dengan orang tua melalui pemahaman tentang diri, kemauan untuk mendengar, serta memfokuskan diri pada nilai-nilai positif anak.

Di waktu yang tepat dengan memperhatikan faktor kerja gelombang otak anak dan dengan penggunaan bahasa yang efektif (singkat, aktif, detail, dalam konteks 'sekarang') orang tua dapat membentuk anak, mengubah perilaku yang tidak diinginkan, dan mempermanenkan perilaku yang positif.

"Kenali bentuk kepribadian anak, bagaimana proses mereka mengolah informasi, mengambil keputusan, serta cara berkomunikasi yang sesuai dengan kepribadian mereka. Dengan menanamkan 'program' melalui teknik yang tepat, kita dapat mendidik anak mencapai hal-hal yang luar biasa, dan tentunya membentuk perilaku yang cerdas mengelola uang sejak kecil," jelas Novian. (wo/dis/bee)

Mau share ke Twitter, Facebook anda atau kirim ke email teman anda silakan klik salah satu dibawah ini!



Apa komentar anda....

Artikel yang berkaitan